Portal Jabar News , GARUT, — Ada satu hal yang tidak boleh dianggap sepele dalam dunia pendidikan: perencanaan pembelajaran. Dari perencanaan yang matang, arah pembelajaran di kelas dapat menjadi lebih jelas dan terukur.
Pesan itulah yang mengemuka dalam kegiatan “Memandu Perencanaan Pembelajaran” di SMPN 1 Sukawening, Kabupaten Garut, Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Kepala SMPN 1 Sukawening, Haji Iwan Ridwan, S.Pd., M.Pd.
Melalui materi yang disampaikan, para pendidik diajak melihat perencanaan pembelajaran bukan hanya sebagai bagian dari administrasi guru, tetapi sebagai pondasi penting sebelum proses belajar berlangsung.
Perencanaan yang baik membantu guru menentukan tujuan pembelajaran, menyiapkan tahapan kegiatan, memilih pendekatan yang tepat, serta memastikan proses pembelajaran dapat berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan.
Bagi SMPN 1 Sukawening, penguatan perencanaan pembelajaran menjadi bagian dari upaya membangun proses pendidikan yang semakin tertata. Guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga perlu memiliki kesiapan dalam merancang pengalaman belajar yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
DARI PERENCANAAN, LAHIR PEMBELAJARAN BERKUALITAS

Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman para pendidik mengenai pentingnya persiapan sebelum masuk ke ruang kelas. Sebab, pembelajaran yang efektif tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan dimulai dari sebuah perencanaan yang dipikirkan dengan baik.
Haji Iwan Ridwan, S.Pd., M.Pd. melalui kegiatan tersebut turut mendorong pentingnya budaya perencanaan di lingkungan sekolah. Semangatnya jelas: semakin baik guru mempersiapkan pembelajaran, semakin besar peluang terciptanya proses belajar yang terarah dan bermakna bagi peserta didik.
Kegiatan “Memandu Perencanaan Pembelajaran” pun menjadi bagian dari semangat SMPN 1 Sukawening untuk terus memperkuat kualitas proses pendidikan melalui peningkatan kapasitas pendidik.
Karena sekolah berkualitas tidak hanya dibangun dengan fasilitas, tetapi juga oleh guru yang siap, perencanaan yang kuat, dan pembelajaran yang benar-benar berpihak pada kebutuhan siswa.
( Undang Wiga )





