Portal Jabar News , GARUT, 8 Mei 2026 – Rapat Tata Kelola dan Pengendalian Mutu Penyelenggara Koperasi Desa (KDMP) Sukahurip berlangsung khidmat dan penuh makna, menjadi momen penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kinerja penyelenggara koperasi desa ke depan. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Yusup Hamdani, hadir memimpin jalannya rapat dan menyampaikan arahan strategis yang menyentuh esensi pelayanan publik, menegaskan bahwa tugas di penyelenggara koperasi desa bukan sekadar pekerjaan rutin, melainkan amanah pengabdian yang harus dijalani dengan sepenuh hati.
Sebagai pemimpin lembaga legislatif desa yang sekaligus berperan sebagai pengawas utama penyelenggara koperasi desa, Yusup Hamdani membuka arahannya dengan pesan tegas namun penuh kebijaksanaan. Ia mengingatkan seluruh elemen pengurus dan perangkat untuk menanamkan prinsip keseriusan dan komitmen tinggi dalam setiap langkah kerja.
“Sebagai mitra kerja sekaligus pengawas, saya sampaikan pesan ini kepada kita semua: utamakanlah keseriusan, tanggung jawab, dan komitmen yang utuh. Ingatlah, kita berada di sini bukan hanya sekadar bekerja demi menyelesaikan tugas administrasi, tetapi jauh lebih dari itu, kita hadir untuk mengemban amanah pengabdian tulus bagi seluruh masyarakat Sukahurip. Nilai pengabdian itulah yang menjadi ruh utama dari setiap jabatan yang kita emban,” tegas Yusup Hamdani di hadapan peserta rapat.
Dalam pandangannya, Desa Sukahurip sesungguhnya memiliki modal besar dan kekuatan luar biasa dari sisi sumber daya manusia. Ia sangat mengapresiasi dan menaruh kepercayaan penuh terhadap kemampuan para pengurus dan perangkat, yang mayoritas memiliki latar belakang pendidikan akademis yang memadai. Menurutnya, bekal ilmu pengetahuan, pemahaman regulasi, serta kemampuan teknis dalam pengelolaan administrasi dan dokumen penyelenggara koperasi desa sudah terjamin kualitasnya.
“Saya sangat percaya dan yakin penuh pada kompetensi kita semua. Dalam hal administrasi, pengelolaan data, maupun pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan terkait, kemampuan kita sudah sangat mumpuni. Mengapa saya berani berkata demikian? Karena hampir seluruh pengurus kita adalah lulusan akademis, berilmu, dan memiliki wawasan luas. Bekal teori dan keilmuan itu sudah kita miliki dengan sangat cukup,” ujarnya dengan nada penuh apresiasi.

Meski begitu, Yusup Hamdani juga mengingatkan akan satu tantangan besar yang sering kali menjadi pembeda antara keberhasilan dan kinerja yang sekadar formalitas. Ia menekankan adanya jurang pemisah yang nyata antara ilmu yang dipelajari di bangku pendidikan dengan realitas kehidupan yang ada di tengah masyarakat. Bekal ilmu saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kepekaan hati dan kemampuan beradaptasi sosial.
“Namun, perlu kita sadari bersama: ada perbedaan yang sangat besar antara apa yang kita pelajari secara teori di sekolah atau di buku, dengan apa yang kita temui saat kita turun langsung ke lapangan, berhadapan tatap muka dengan warga masyarakat. Di atas kertas dan di ruangan kerja, segalanya tampak jelas dan rapi. Tapi di tengah masyarakat, kita butuh lebih dari sekadar kecerdasan otak — kita butuh kepekaan sosial, pendekatan yang santun, keramahan, serta ketulusan hati. Hanya dengan cara itulah setiap kebijakan, program, dan pelayanan yang kita berikan dapat diterima dengan baik, dipahami, dan memberikan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat,” jelasnya panjang lebar.
Pernyataan mendalam ini menjadi landasan dan pedoman baru bagi seluruh jajaran penyelenggara koperasi Desa Sukahurip ke depannya. Yusup Hamdani mengajak semua pihak untuk mampu menyeimbangkan kecakapan administrasi yang tinggi dengan kepedulian sosial yang tulus. Ia meyakini, dengan perpaduan antara ilmu pengetahuan yang mumpuni dan hati yang melayani, roda penyelenggara koperasi Desa Sukahurip akan berjalan semakin tertib, transparan, akuntabel, serta benar-benar hadir sebagai solusi dan pelindung bagi kepentingan seluruh warga.
( Undang Wiga)





