Musuh Terbesar Desa Bukan Kemiskinan, Tapi Mental Menyalahkan dan Menunggu

Portal Jabar News , GARUT, 12 Juni 2026 – Selama ini, banyak orang menganggap kemiskinan adalah hambatan utama yang menghambat laju pembangunan desa. Namun pandangan tersebut dibantah tegas oleh Agus Firman, perangkat Desa Sindangprabu, Kecamatan Wanaraja. Menurutnya, tantangan sesungguhnya yang jauh lebih berbahaya bukanlah kemiskinan, melainkan pola pikir masyarakat yang cenderung menyalahkan keadaan dan terus menunggu uluran tangan dari pihak luar.

“Kemiskinan sebenarnya bisa diubah jika ada kemauan. Tapi jika mentalnya masih suka menyalahkan pemerintah, menyalahkan aturan, atau menyalahkan orang lain, serta terus menunggu bantuan, proyek, atau investor datang dengan sendirinya, maka desa akan selamanya tertinggal. Itulah penyakit utama yang harus disembuhkan terlebih dahulu,” ujar Agus Firman dengan tegas.

Ia menegaskan bahwa kemajuan sebuah desa tidak bisa hanya bergantung pada bantuan dari pusat atau daerah. Sebaliknya, keberhasilan sangat ditentukan oleh inisiatif dan semangat gotong royong warganya sendiri. Berbagai potensi yang dimiliki desa, baik sumber daya alam, lahan pertanian, maupun keterampilan warga, akan menjadi sia-sia jika tidak diolah dan dimanfaatkan secara mandiri.

“Desa yang maju tidak sedang duduk diam menunggu bantuan turun. Mereka justru mulai bergerak: mengolah potensi yang ada, mendirikan usaha bersama, mempererat kebersamaan, dan membangun kemandirian ekonomi melalui Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Di situlah letak kekuatan sesungguhnya,” jelasnya.

Agus Firman mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Sindangprabu dan sekitarnya, untuk mulai mengubah pola pikir. Berhenti mencari kambing hitam dan menunggu, melainkan bergerak bersama membangun desa. “Ubah cara pandang, maka kita akan mengubah nasib desa menuju kesejahteraan yang hakiki,” pungkasnya.
( Undang Wiga )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *