Masa Depan Gemilang, Gizi Optimal; Kesehatan Anak Usia Dini Diperhatikan Mahasiswa KKN Unsika Di Desa Cintalaksana

 

Karawang ,- PortalJabar News

Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, terutama pada wilayah-wilayah terpencil yang seringkali kurang mendapat perhatian pemerintah pusat. Ini berdampak pada anak-anak yang kekurangan gizi menjadi pemicu utama terhambatnya tumbuh kembang anak secara holistik pun kognitif sang anak. Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang, melaksanakan program kerja Posyandu di Desa Cintalaksana, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dengan pemberian makanan gratis, sebagai upaya pencegahan stunting.
Proker Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilakukan pada 14 Januari 2025 bertempat pada Posyandu Teratai 4, dengan target 30 balita rentang usia 6-10 bulan yang melakukan pemeriksaan lengkap (suntik) dan/atau teridentifikasi mengalami stunting. Makanan tambahan yang diberikan berupa bubur bayi dua rasa yaitu rasa ayam dan ikan patin, serta telur puyuh rebus, dengan standard gizi seimbang sesuai kebutuhan balita.
“wah, liat anak-anak ceria makan bubur ayam dan bubur ikan patin, saya jadi senang, anak saya yang tadinya susah makan, sekarang jadi lahap makannya. Ditambah telur puyuh rebus yang gurih jadi tambah kenikmatan makan mereka. Dengan pemberian makanan tambahan ini tumbuh kembang anak menjadi optimal”. Testimoni dari salah satu Kader Posyandu, Bu Nur
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dilakukan oleh mahasiswa tentu ada keterlibatan dari petugas kesehatan setempat (puskesmas). Pun, dengan pemantauan secara berkala terkait pertumbuhan dan perkembangan anak. Seluruh data dilakukan secara transparan dan akuntabel, untuk melihat pertumbuhan anak guna mendapat penangan lebih lanjut oleh petugas puskesmas.
Dengan ini program kerja pemberian makanan tambahan menunjukan adanya perkembangan yang positif. Balita yang berhasil melakukan pengecekan lengkap terdapat 6 bayi, serta pertumbuhan anak usia 8 bulan terdapat 3 bayi yang terdata tidak stunting. Kegiatan ini dapat dijadikan acuan untuk selanjutnya, bahwa stunting perlu mendapat perhatian lebih melalui posyandu yang berperan aktif dalam pencegahan serta penanggulangan stunting. Melaui kolaborasi aktif antara kader, aparatur desa, dan petugas Kesehatan serta peran masyarakat, diharapkan menjadi program nyata guna mewujudkan masyarakat emas. ( Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *