Inovasi Pembelajaran Digital: Guru Matematika SMA di Garut Mulai Integrasikan AI dan Coding dalam Pembelajaran

Oleh : Undang Indrajaya, M.Pd.
Ketua Tim PkM IPI Garut

Garut – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan coding mulai diperkenalkan kepada para pendidik matematika di Kabupaten Garut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan era digital.

Inisiatif tersebut diwujudkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat yang melibatkan guru-guru matematika yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA di SMAN 18 Garut. Rangkaian program dimulai dari tahap sosialisasi pada Juni 2026, dilanjutkan dengan lokakarya (workshop) intensif selama dua hari berturut-turut pada Juli 2026.

Sebanyak sembilan guru matematika berpartisipasi aktif dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh Tim pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Pendidikan Indonesia Garut (IPI Garut). Berbagai topik esensial dibahas secara mendalam, mulai dari Transformasi Pembelajaran Matematika di Era Digital, Pemanfaatan AI untuk Guru Matematika, Coding Sederhana untuk Visualisasi Konsep, hingga Pengembangan Perangkat Ajar Berbasis Coding dan AI.

Tidak sekadar membekali pemahaman konseptual, kegiatan ini memberikan kesempatan langsung bagi para guru untuk mempraktikkan AI dan coding. Dalam penerapannya, AI difungsikan sebagai alat bantu penyusunan bahan ajar, sedangkan coding dimanfaatkan untuk memvisualisasikan serta mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang abstrak.

Materi yang aplikatif ini mendapat respons yang sangat positif dari peserta. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh peserta memberikan penilaian pada tingkat tertinggi terhadap relevansi materi, kemudahan pemahaman bahan ajar, hingga peningkatan kepercayaan diri mereka dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kelas.

Salah satu peserta lokakarya, Desi Damayanti, mengungkapkan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. “Alhamdulillah, workshop ini sangat bermanfaat untuk kami. Jujur, tidak terbayangkan kegiatan bisa berjalan sangat serius. Manfaatnya kami rasakan secara optimal, terlebih tema AI dan coding ini sangat membantu penyusunan bahan ajar, kami juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkannya sehingga lebih percaya diri untuk menerapkannya dalam pembelajara di kelas,” ujar Desi.

Antusiasme peserta juga memicu kebutuhan pendampingan berkelanjutan. Para guru berharap dapat mendalami materi lanjutan, seperti pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) interaktif, video pembelajaran berbasis AI, pengembangan permainan matematika berbasis coding, hingga penyusunan soal berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Menanggapi kebutuhan tersebut, tahapan program dilanjutkan dengan pendampingan intensif penyusunan dan penyempurnaan perangkat ajar dari awal hingga pertengahan September 2026. Pendampingan dilakukan sebanyak dua kali dengan jeda waktu yang cukup agar guru dapat melakukan revisi secara bertahap. Perangkat ajar yang telah disempurnakan tersebut dijadwalkan mulai diimplementasikan langsung dalam kegiatan belajar-mengajar pada akhir September hingga awal Oktober 2026.

Melalui alur kegiatan yang terstruktur ini, program diharapkan tidak berhenti pada pelatihan semata, melainkan mampu mencetak keberlanjutan penerapan teknologi dalam praktik pembelajaran matematika di sekolah.

Adapun Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 ini terlaksana atas dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset  dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *