Portal Jabar News , GARUT, 21 Juni 2026 – Ribuan santri, alumni, dan masyarakat mengikuti kegiatan Pawai Akbar Kendaraan dalam rangka Penyambutan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) bersama Alumni Pondok Pesantren Thorikul Huda, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat syiar Islam. Pawai diikuti sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari santri, alumni Pondok Pesantren Thorikul Huda, serta warga masyarakat Desa Sukahurip dan sekitarnya.
Peserta menggunakan sekitar 90 kendaraan roda empat dan 75 kendaraan roda dua yang dihias dengan nuansa Islami serta berbagai atribut penyambutan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Sepanjang perjalanan, rombongan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang menyaksikan jalannya pawai di sejumlah titik yang dilalui.
Rute pawai dimulai dari Lapangan Bola Sentra Bakti Cihuni, Desa Cimaragas, kemudian melintasi Jalan Wanaraja, Jalan Karangpawitan, Bundaran Suci, Jalan Copong, Perempatan STM, Jalan Banyuresmi, dan transit di objek wisata Situ Bagendit. Selanjutnya peserta melanjutkan perjalanan melalui jalur Cinunuk-Wanaraja sebelum akhirnya finis di Pondok Pesantren Thorikul Huda, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Wanaraja AKP Abusono, S.H., M.H., Kasi Pemerintahan Desa Kecamatan Pangatikan, Ketua MUI Kecamatan Pangatikan, serta Ketua dan anggota panitia penyelenggara.
Kapolsek Wanaraja AKP Abusono, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan pawai akbar ini merupakan bagian dari syiar Islam sekaligus momentum mempererat ukhuwah Islamiyah antara santri, alumni pesantren, dan masyarakat. Selain itu, kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif berkat kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
Pawai Akbar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini menjadi simbol semangat kebersamaan dalam menyambut tahun baru Hijriah serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Kabupaten Garut. Dengan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan keimanan, dan memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
(Undang Wiga)





