Hujan Deras Picu Longsor di Talagabodas Barukai, Akses Jalan Sempat Lumpuh

Portal Jabar News , Garut, 12 April 2026 – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut sejak siang hingga malam hari kembali memicu bencana tanah longsor. Kali ini, longsor terjadi di kawasan Jalan Talagabodas Barukai yang mengakibatkan material tanah dan bebatuan menutup sebagian badan jalan serta mengganggu aktivitas masyarakat.

Peristiwa longsor tersebut diduga kuat akibat kondisi tanah yang labil setelah terus-menerus diguyur hujan. Material dari tebing di sekitar jalan ambrol dan menutup akses, sehingga kendaraan sempat tidak dapat melintas.

Menanggapi kejadian tersebut, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Garut langsung bergerak cepat menuju lokasi. Dengan peralatan yang tersedia, tim Damkar melakukan pembersihan material longsoran berupa tanah, lumpur, dan bebatuan guna membuka kembali akses jalan yang terdampak.

Tak hanya itu, Penanganan Bencana Kabupaten Garut H. Basuki, S.H., M.H. juga langsung turun ke lokasi untuk memastikan proses penanganan berjalan cepat dan tepat. Ia mengoordinasikan berbagai unsur terkait di lapangan serta memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama.

“Penanganan harus dilakukan secepat mungkin agar akses jalan kembali normal dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Kami juga mengantisipasi kemungkinan longsor susulan,” ujarnya di lokasi kejadian.

Proses penanganan dilakukan secara terpadu bersama unsur terkait lainnya guna mempercepat normalisasi jalur. Upaya ini membuahkan hasil dengan mulai terbukanya akses jalan secara bertahap setelah material longsoran berhasil disingkirkan.

Menurut warga setempat yang tinggal di dekat lokasi, kejadian longsor berlangsung cukup cepat saat hujan deras masih mengguyur kawasan tersebut.
“Kejadiannya tiba-tiba, awalnya hanya terlihat tanah bergerak sedikit, tapi tidak lama langsung longsor dan menutup jalan. Kami sangat khawatir kalau terjadi longsor lagi,” ungkap salah seorang warga.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat melakukan penanganan lanjutan, seperti penguatan tebing, pemasangan drainase yang baik, serta langkah mitigasi lainnya agar kejadian serupa tidak terus berulang, mengingat wilayah tersebut dikenal rawan longsor saat musim hujan.

Sementara itu, petugas mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras dengan durasi lama. Potensi longsor susulan masih dapat terjadi, khususnya di daerah dengan kondisi tanah labil dan kontur perbukitan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman serius di wilayah Garut, sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya mitigasi serta penanganan yang cepat dan tepat.
(Undang Wiga )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *