PASCAKEBAKARAN SINDANGPRABU, MUI DAN FORKOPIMCAM WANARAJA TURUN LANGSUNG BANTU KORBAN, HADIRKAN KEPEDULIAN DI TENGAH MUSIBAH

Portal Jabar News ,  GARUT — Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Wanaraja, MUI Desa Sindangprabu bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wanaraja.

Pasca kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah warga beserta kandang domba di Kampung Regol RT 002 RW 004, Desa Sindangprabu, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, rombongan mengunjungi keluarga korban pada Senin, 5 Oktober 2026.

Kebakaran yang terjadi pada Jumat, 2 Oktober 2026 tersebut berdampak terhadap empat anggota keluarga, yakni Ona (46), Nengsih (36), Wida Widiyanti (21), dan Muhammad Aldi Saputra (6).

Satu unit rumah beserta kandang domba hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun keluarga kehilangan tempat tinggal dan mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Rombongan dipimpin Camat Wanaraja Fahmi Fauzi, didampingi Kasi Trantib dan Kasi Kesra Kecamatan Wanaraja, serta Ketua MUI Kecamatan Wanaraja Ustad Momon Saepulloh. Turut hadir jajaran MUI Desa Sindangprabu dan unsur terkait lainnya.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus dukungan moril kepada keluarga korban. Di lokasi, rombongan melihat langsung kondisi bangunan yang telah berubah menjadi puing-puing akibat dilalap api.

Rombongan juga bersama-sama memanjatkan doa agar keluarga korban diberikan ketabahan, kekuatan, serta kemudahan dalam menghadapi musibah dan kembali menata kehidupan mereka.

Camat Wanaraja Fahmi Fauzi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan bergerak membantu keluarga korban, termasuk MUI, Pemerintah Desa Sindangprabu, Dinas Sosial Kabupaten Garut, serta masyarakat.

Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Wanaraja Ustad Momon Saepulloh mengajak masyarakat untuk terus memperkuat ukhuwah, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.

“Semoga keluarga korban diberi kesabaran dan kekuatan. Mari kita bantu bersama, karena kepedulian dan gotong royong adalah bagian dari nilai kemanusiaan,” ujar Ustad Momon.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Kecamatan Wanaraja juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban mereka.

Hingga kini, keluarga korban masih mengungsi di rumah kerabat sambil menunggu bantuan lanjutan serta proses pembersihan lokasi.

Musibah tersebut menjadi pengingat bahwa kehadiran pemerintah, ulama, dan masyarakat sangat berarti bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit. Dukungan dan solidaritas diharapkan terus mengalir hingga keluarga korban dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan bangkit menata kehidupan mereka.

( undang Wiga )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *